Cara Menghitung Arus Kas Properti Sewa

Arus kas adalah sisa uang dari properti sewaan setelah semua biaya dibayar. Arus kas positif berarti properti menghasilkan pendapatan; arus kas negatif berarti Anda menambahnya sendiri. Menghitungnya sebelum membeli adalah langkah uji tuntas yang paling penting dalam investasi real estat.

Rumus Arus Kas

Monthly Cash Flow = Gross Rental Income
                  − Vacancy Allowance
                  − Operating Expenses
                  − Mortgage Payment (PITI)

Ketentuan Utama

  • Pendapatan Sewa Kotor: Total sewa yang dikumpulkan pada tingkat hunian 100%.
  • Tunjangan Lowongan: Biasanya 5–10% dari sewa kotor (mengasumsikan beberapa lowongan)
  • Beban Operasional: Pajak properti, asuransi, perbaikan, pengelolaan properti (biasanya 40–50% dari sewa kotor dalam pintasan "aturan 50%)"
  • PITI: Pokok, Bunga, Pajak, Asuransi (pembayaran hipotek Anda termasuk escrow)

Contoh Langkah demi Langkah

Dupleks dengan sewa kotor $2,400/bulan, hipotek $1,500/bulan (PITI), dan perkiraan biaya.

Barang Bulanan
Sewa kotor $2,400
− Lowongan (8%) −$192
− Perbaikan/pemeliharaan −$150
− Manajemen properti (10%) −$240
− Asuransi pemilik tanah (termasuk dalam PITI) $0
Pendapatan Operasional Bersih $1,818
− Hipotek (PITI) −$1.500
Arus Kas Bulanan $318

Arus kas tahunan: $318 × 12 = $3.816

Metrik Utama

  • Cap Rate: NOI / Nilai Properti (patokan yang baik untuk perbandingan pasar)
  • Pengembalian Tunai atas Tunai: Arus Kas Tahunan / Total Kas yang Diinvestasikan

Gunakan kalkulator properti sewaan kami untuk menganalisis properti investasi apa pun.