Komputer menggunakan biner (basis 2) secara internal. Pemrogram sering bekerja dengan heksadesimal (basis 16). Memahami sistem ini mengungkap cara komputer menyimpan dan menampilkan data.

Tiga Sistem

Sistem Basis Digit yang Digunakan
Biner 2 0, 1
Desimal 10 0–9
Heksadesimal 16 0–9, A–F

Dalam segi enam: A=10, B=11, C=12, D=13, E=14, F=15

Biner ke Desimal

Setiap digit biner mewakili pangkat 2, dimulai dari kanan.

Contoh: Konversi 1101 (biner) ke desimal

1×2³ + 1×2² + 0×2¹ + 1×2⁰
= 8 + 4 + 0 + 1
= 13

Desimal ke Biner

Bagi berulang kali dengan 2, catat sisanya:

Contoh: Konversikan 25 ke biner

25 ÷ 2 = 12 remainder 1
12 ÷ 2 = 6  remainder 0
6  ÷ 2 = 3  remainder 0
3  ÷ 2 = 1  remainder 1
1  ÷ 2 = 0  remainder 1

Baca sisanya dari bawah ke atas: 11001

Periksa: 16 + 8 + 0 + 0 + 1 = 25 ✓

Heksadesimal ke Desimal

Setiap digit hex mewakili pangkat 16:

Contoh: Ubah 2F (hex) menjadi desimal

2×16¹ + F×16⁰
= 2×16 + 15×1
= 32 + 15
= 47

Biner ke Heksadesimal (Metode Cepat)

Kelompokkan digit biner dalam himpunan 4 dari kanan, ubah setiap grup:

Contoh: 11010111 biner ke heksa

1101 = 13 = D
0111 = 7

Hasil: D7 heksa

Mengapa Hex?

8 digit biner (satu byte) = tepat 2 digit hex. Jadi:

  • 00000000 = 00 (heksa) = 0
  • 11111111 = FF (heksa) = 255

Hal ini menjadikan hex cara ringkas untuk merepresentasikan data biner. Warna web menggunakan hex (mis., #FF5733 = merah 255, hijau 87, biru 51).

Nilai-Nilai Umum

Desimal Biner Heksa
0 0000 0
10 1010 A
15 1111 F
16 10000 10
255 11111111 FF
256 100000000 100

Gunakan Konverter Basis Angka kami untuk mengonversi biner, desimal, heksadesimal, dan oktal secara instan.