Cara Menghitung Menggunakan Hukum Ohm

Hukum Ohm menjelaskan hubungan mendasar antara tegangan, arus, dan hambatan dalam rangkaian listrik. Diterbitkan oleh Georg Ohm pada tahun 1827, ini tetap menjadi landasan analisis rangkaian dasar.

Rumusnya

V = I × R
I = V / R
R = V / I

Di mana:

  • V = tegangan (volt, V)
  • I = arus (ampere atau amp, A)
  • R = hambatan (ohm, Ω)

Trik memori: Segitiga VIR — mencakup variabel yang ingin Anda temukan, dua sisanya menunjukkan rumusnya.

Contoh Langkah demi Langkah

Temukan arus: Baterai 9V terhubung ke resistor 180Ω. I = V / R = 9 / 180 = 0,05 A = 50 mA

Temukan hambatan: Sebuah rangkaian memiliki 12V dan 2A yang mengalir melaluinya. R = V / I = 12 / 2 = 6 Ω

Temukan tegangan: Pemanas 4Ω membawa arus 5A. V = Saya × R = 5 × 4 = 20 V

Segitiga Kekuatan

Rumus pangkat menerapkan Hukum Ohm:

P = V × I = I² × R = V² / R

Bola lampu 60W pada rangkaian 120V: Saya = P / V = ​​60 / 120 = 0,5 A R = V / I = 120 / 0,5 = 240 Ω

Rangkaian Seri vs. Paralel

Seri: Resistansi bertambah: Rtotal = R1 + R2 + R3 Paralel: Kebalikan penjumlahan: 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3

Dua resistor 100Ω secara paralel: 1/R = 1/100 + 1/100 = 2/100 → R = 50 Ω

Gunakan kalkulator Hukum Ohm kami untuk menyelesaikan variabel rangkaian apa pun.