Deviasi standar memberi tahu Anda seberapa tersebar data di sekitar rata-rata. Deviasi standar yang kecil berarti pengelompokan data yang ketat; yang besar berarti tersebar luas.

Mengapa Deviasi Standar Penting

Dua kelas sama-sama memiliki rata-rata nilai ujian sebesar 75%. Namun di Kelas A, skornya berkisar antara 70–80%. Di Kelas B, skor berkisar antara 40–100%. Rata-rata menyembunyikan informasi penting — deviasi standar mengungkapkannya.

Rumusnya

Untuk populasi (semua data):

σ = √[ Σ(x - μ)² / N ]

Untuk sampel (bagian data):

s = √[ Σ(x - x̄)² / (n-1) ]

Di mana:

  • σ (sigma) = simpangan baku populasi
  • s = simpangan baku sampel
  • x = setiap nilai
  • μ atau x̄ = mean
  • N = ukuran populasi, n = ukuran sampel

Rumus sampel dibagi dengan n-1 (bukan n) untuk mengoreksi bias saat memperkirakan dari suatu subset.

Contoh Langkah demi Langkah

Data: 4, 7, 13, 2, 9 (sampel 5 nilai)

Langkah 1: Hitung mean:

Mean = (4 + 7 + 13 + 2 + 9) / 5 = 35 / 5 = 7

Langkah 2: Kurangi mean dari setiap nilai dan kuadrat:

X x - maksudnya (x - rata-rata)²
4 -3 9
7 0 0
13 6 36
2 -5 25
9 2 4

Langkah 3: Jumlahkan selisih kuadrat: 9 + 0 + 36 + 25 + 4 = 74

Langkah 4: Bagi dengan n-1 = 4: 74/4 = 18,5

Langkah 5: Ambil akar kuadrat: √18,5 ≈ 4,30

Simpangan baku = 4,30

Aturan 68-95-99.7

Untuk data yang berdistribusi normal:

  • 68% nilai berada dalam ±1 standar deviasi dari mean
  • 95% berada dalam ±2 standar deviasi
  • 99,7% berada dalam ±3 standar deviasi

Contoh: Tinggi badan dengan rata-rata 170 cm, SD 10 cm:

  • 68% memiliki tinggi badan antara 160–180 cm
  • 95% memiliki tinggi badan antara 150–190 cm

Aplikasi Dunia Nyata

  • Keuangan: Mengukur volatilitas investasi (risiko)
  • Manufaktur: Kontrol kualitas — produk di luar ±3σ adalah cacat
  • Kedokteran: Mengidentifikasi hasil tes yang tidak normal
  • Pendidikan: Penilaian pada kurva

Gunakan Kalkulator Deviasi Standar kami untuk menghitung mean, median, varians, dan deviasi standar untuk kumpulan data apa pun.