GCD dan KPK adalah konsep dasar teori bilangan yang digunakan dalam menyederhanakan pecahan, menyelesaikan persamaan, dan masalah penjadwalan. Berikut setiap metode dijelaskan dengan jelas.
Definisi
PBB (Pembagi Persekutuan Terbesar) — disebut juga GCF (Faktor Persekutuan Terbesar) atau KPK (Faktor Persekutuan Tertinggi) — adalah bilangan bulat positif terbesar yang membagi kedua bilangan tanpa sisa.
KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) adalah bilangan bulat positif terkecil yang habis dibagi kedua bilangan tersebut.
GCD(a, b) × LCM(a, b) = a × b
Hubungan ini berarti setelah Anda menemukan satu, Anda dapat menghitung yang lain:
LCM(a, b) = (a × b) ÷ GCD(a, b)
Metode 1: Faktorisasi Prima
Terbaik untuk: Pemahaman, angka yang lebih kecil, beberapa angka sekaligus.
Langkah-langkah untuk GCD:
- Faktorkan prima setiap bilangan
- Temukan faktor prima persekutuan
- Kalikan pangkat terendah dari faktor persekutuan
Langkah-langkah untuk KPK:
- Faktorkan prima setiap bilangan
- Kalikan pangkat tertinggi dari semua faktor prima
Contoh: KPK dan KPK dari 36 dan 48
Faktorisasi prima:
- 36 = 2² × 3²
- 48 = 2⁴ × 3
GCD: Faktor persekutuannya adalah 2 dan 3. Ambil pangkat terendah:
- KPK = 2² × 3¹ = 4 × 3 = 12
KPK: Semua faktor. Ambil kekuatan tertinggi:
- KPK = 2⁴ × 3² = 16 × 9 = 144
Verifikasi: 36×48 = 1.728 = 12×144 ✓
Metode 2: Algoritma Euclidean (GCD)
Terbaik untuk: Bilangan yang lebih besar — jauh lebih cepat daripada faktorisasi.
Wawasan utamanya: GCD(a, b) = GCD(b, a mod b), ulangi hingga sisanya 0.
GCD(a, b):
while b ≠ 0:
r = a mod b
a = b
b = r
return a
Contoh: GCD(252, 105)
| Melangkah | A | B | r = mod b |
|---|---|---|---|
| 1 | 252 | 105 | 42 |
| 2 | 105 | 42 | 21 |
| 3 | 42 | 21 | 0 |
GCD = 21 (sisa terakhir bukan nol)
Contoh: KPK(1071, 462)
| Melangkah | A | B | R |
|---|---|---|---|
| 1 | 1071 | 462 | 147 |
| 2 | 462 | 147 | 21 |
| 3 | 147 | 21 | 0 |
KPK = 21
Metode 3: Metode Pembagian/Tangga
Terbaik untuk: Pembelajar visual, menemukan GCD dan KPK secara bersamaan.
Bagilah kedua bilangan tersebut dengan faktor prima persekutuan terkecilnya berulang kali:
Contoh: KPK dan KPK dari 12 dan 18
2 | 12 18
3 | 6 9
| 2 3
PBT = hasil kali pembagi yang digunakan = 2 × 3 = 6 KPK = hasil kali pembagi × sisa bilangan = 2 × 3 × 2 × 3 = 36
KPK untuk Lebih dari Dua Bilangan
Contoh: KPK(4, 6, 10)
Faktorisasi prima:
- 4 = 2²
- 6 = 2×3
- 10 = 2×5
Ambil pangkat tertinggi dari setiap bilangan prima: 2² × 3 × 5 = 60
Verifikasi: 60 − 4 = 15 ✓, 60 − 6 = 10 ✓, 60 − 10 = 6 ✓
Aplikasi Dunia Nyata
Menyederhanakan pecahan: Bagilah pembilang dan penyebutnya dengan KPKnya.
- 24/36: KPK(24,36) = 12 → 24/36 = 2/3
Penjumlahan pecahan yang penyebutnya berbeda: Mencari KPK dari penyebutnya.
- 1/4 + 1/6: KPK(4,6) = 12 → 3/12 + 2/12 = 5/12
Masalah penjadwalan: "Dua bus berangkat pada waktu yang sama. Satu berangkat setiap 12 menit, satu lagi setiap 18 menit. Kapan mereka berangkat bersama lagi?"
- KPK(12, 18) = 36 → setiap 36 menit
Bahan pemotongan: "Sebuah papan berukuran 36 cm, papan lainnya berukuran 48 cm. Berapakah potongan terpanjang yang panjangnya sama yang dapat kamu potong dari keduanya tanpa sisa?"
- KPK(36, 48) = 12 cm
Pemeriksaan Mental Cepat
GCD selalu ≤ angka yang lebih kecil KPK selalu ≥ angka yang lebih besar Jika KPK(a,b) = 1, bilangan-bilangan tersebut koprima — KPK(a,b) = a × b
Contoh: KPK(7, 13) = 1 (keduanya bilangan prima, tidak ada faktor persekutuan) → KPK = 7 × 13 = 91